Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2013

Criteria of Good Research

Gambar
                  Criteria of Good Research Written by C.R. Kothari in Research Methodology, Methods and Technique. New Age International Publisher.Jaipur. 2004. Whatever may be the types of research works and studies, one thing that is important is that they all meet on the common ground of scientific method employed by them. One expects scientific research to satisfy the following criteria: 1. The purpose of the research should be clearly defined and common concepts be used. 2. The research procedure used should be described in sufficient detail to permit another researcher to repeat the research for further advancement, keeping the continuity of what has already been attained. 3. The procedural design of the research should be carefully planned to yield results that are as objective as possible. 4. The researcher should report with complete frankness, flaws in procedural design and estimate their eff...

Sample of A Skripsi or Thesis (1B)

         Sample of A Skripsi or Thesis (1B)                                                Written by Ari Julianto CHAPTER III METHOD OF RESEARCH A.    Research Design           Literary work has many aspects and dimensions of elements. Interpreting the literary work needs appropriate theory and methodology related to those elements. The data of this study were analyzed by using qualitative approach. Qualitative approach is an approach in the form of written text, word phrase, or symbol describing or representating people, action, and events in social life.           Kothari (2004: 3) states that qualitative research...

Jenis-Jenis Majas Perulangan

Majas Perulangan a)   Aliterasi Aliterasi adalah sejenis majas yang memanfaatkan purwakanti atau kata-kata yang permulaannya sama bunyinya. b)  Antanaklasis Antanaklasis adalah majas yang mengandung ulangan kata yang sama dengan makna yang berbeda ( Ducrot & Todorov, 1981: 227). Dengan perkataan lain, antanaklasis adalah majas yang mengandung ulangan kata yang berhomonim. c)  Kiasmus Kiasmus adalah majas yang berisikan perulangan atau repetisi dan sekaligus pula merupakan inverse hubungan antara dua kata dalam satu kalimat ( Ducrot & Todorov, 1981: 277). d)  Repetisi Repetisi adalah majas yang mengandung penggulangan berkali-kali kata atau kelompok kata yang sama (Ducrot & Todorov, 1981: 278).

Belajar dari Skripsi/Thesis Lain

Gambar
          Belajar dari Skripsi/Thesis Lain                                                      Written by Ari Julianto Memperbanyak membaca, menilai dan mengkaji isi skripsi atau thesis orang lain merupakan salah satu cara untuk mempersiapkan skripsi atau thesis Anda sebelum menulisnya Saya secara pribadi tidak melarang jika seorang mahasiswa meng copy-paste beberapa alinea ke dalam skripsi atau thesisnyaasalkan apa yang dia lakukan itu dapat ia pahami dan dipertanggung jawabkan dan bukan sembarang copy-paste saja. Mengapa saya mengatakan demikian? Sebelum saya menjawab, mungkin beberapa pertanyaan ini bisa mengarah untuk jawabannya. 1. Apakah semua mahasiswa benar-benar memahami Metodologi ...

Jenis-Jenis Majas Pertautan

Majas Pertautan a)  Metonimia Metonimia berasal dari bahasa Yunani meta berarti ‘bertukar’ + onym berarti ‘nama’. Metonimia adalah sejenis majas yang mempergunakan nama sesuatu barang bagi sesuatu yang lain yang berkaitan erat dengannya. Dalam metonimia sesuatu barang disebutkan tetapi yang dimaksud barang yang lain (Dale (et al), 1971: 234). Metonimia adalah majas yang memakai nama ciri atau nama hal yang ditautkan dengan orang, barang, atau hal, sebagai penggantinya. Kita dapat 34 menyebutkan pencipta atau pembuatnya jika yang kita maksudkan ciptaan atau buatannya ataupun kita menyebut bahannya jika yang kita maksudkan barangnya (Moeliono, 1984: 3). b)  Sinekdoke Sinekdoke ialah majas yang menyebutkan nama bagian sebagai pengganti nama keseluruhannya, atau sebaliknya (Moeliono, 1984: 3). Kata sinekdoke berasal dari bahasa Yunani synekdechesthai (syn ‘dengan’ + ex ‘keluar’ + dechesthei ‘mengambil, menerima’) yang secara kalamiah berarti ‘menyediakan atau memberikan sesuatu ke...

Jenis-Jenis Majas Pertentangan

Majas Pertentangan a)  Hiperbola Hiperbola adalah sejenis majas yang mengandung pernyataan yang berlebih-lebihan – jumlahnya, ukurannya, atau sifatnya – dengan meksud memberi penekanan pada suatu pernyataaan atau situasi untuk memperhebat, meningkatkan kesan dan pengaruhnya. Majasa ini dapat melibatkan kata-kata, frase, atau kalimat (Tarigan, 1983: 143). Kata hiperbola berasal dari bahasa Yunani yang berarti pemborosan; berlebih-lebihan; dan diturunkan dari hyper ‘melebihi’ + ballein ‘ melemparkan’. Hiperbola merupakan suatu cara yang berlebih-lebihan mencapai efek, suatu majas yang di dalamnya berisi kebenaran yang direntang-panjangkan. (Dale (et al), 1971: 233). Dengan kata lain “hiperbola ialah ungkapan yang melebih-lebihkan apa yang sebenarnya dimaksudkan : jumlahnya, ukurannya, atau sifatnya.” (Moeliono, 1984: 3). b)  Litotes Litotes adalah majas yang di dalam pengungkapan menyatakan sesuatu yang positif dengan bentuk yang negatif atau bentuk yang bertentangan. Litotes me...

Ragam Majas

Ragam Majas Majas sesungguhnya beraneka ragam dalam kehidupan kita. Majas yang beraneka ragam itu dapat dikelompok-kelompokkan dengan berbagai cara bergantung dari cara memandangnya. Majas Perbandingan a)   Perumpamaan Yang dimaksud dengan perumpamaan di sini adalah padanan kata simile dalam bahasa Inggris. Kata simile berasal dari bahasa Latin yang bermakna ‘seperti’. Perumpamaan adalah perbandingan dua hal yang pada hakekatnya berlainan dan yang sengaja kita anggap sama. Perbandingan itu secara eksplisit dijelaskan oleh pemakaian kata seperti, sebagai, ibarat, umpama, bak, laksana, dan sejenisnya. b)   Metafora Metafoa berasal dari bahasa Yunani metaphora yang berarti ‘memidahkan’; dari kata meta di atas; melebihi’ + pherein ‘membawa.’ Metafora membuat perbandingan antara dua hal atau benda untuk menciptakan suatu kesan mental yang hidup, walaupun tidak dinyatakan secara implisit dengan penggunaan kata-kata bak, seperti, laksana, ibarat, umpama, sebagai seperti pad...

Pengertian Majas

Pengertian Majas Majas selalu merupakan paralelisme makna. Dengan bantuan suatu citra, diungkapkan sesuatu yang lain, yaitu suatu gagasan atau pengertian. Ini berlaku, baik bagi majas yang merumuskan paralelisme makna secara tekstual (baik pembanding maupun yang disbanding hadir dalam teks) maupun bagi metapora dalam arti sebenarnya, yang hanya menyebutkan citra (pembanding). Dalam hal terakhir apa yang diacu oleh citra (yang disbanding) harus dibangun oleh pembaca (Luxemburg, 1989: 94). Majas adalah pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu, keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tulisan. Majas adalah gaya bahasa dalam bentuk tulisan maupun lisan yang dipakai dalam suatu karangan yang bertujuan untuk mewakili perasaan dan pikiran dari pengarang. Majas (figure of speech) ialah pilihan kata tertentu sesuai dengan maksud penulis atau pembicara dalam r...

General & Specific Characteristics of Research

Gambar
       General & Specific Characteristics of Research   Written by Yogesh Kumar Singh in Fundamental of Research Methodology and Statistic, Mumbai: New Age International Publisher, 2006 .   I. General   The following characteristics may be gathered from the definitions of ‘Research’ 1.  It gathers new knowledge or data from primary or first-hand sources. 2.  It places emphasis upon the discovery of general principles. 3.  It is an exact systematic and accurate investigation. 4.  It uses certain valid data gathering devices. 5.  It is logical and objective. 6.  The researcher resists the temptation to seek only the data that support his hypotheses. 7.  The researcher eliminates personal feelings and preferences. 8.  It endeavours to organise data in quantitative terms. 9.  Research is patient and unhurried activity. 10.  The researcher is willing to follow his procedures to the conclusions...

Hal-Hal yang Mempengaruhi Pilihan Kata

Hal-Hal yang Mempengaruhi Pilihan Kata Sebelum menentukan pilihan kata, maka harus diperhatikan dua hal pokok, yakni: masalah makna dan relasi makna. Makna sebuah kata atau sebuah kalimat merupakan makna yang tidak selalu berdiri sendiri. Adapun makna menurut Chaer (1994: 60) terbagi atas beberapa kelompok yaitu: Makna leksikal dan makna gramatikal Makna referensial dan nonreferensial Makna denotatif dan konotatif Makna konseptual dan makna asosiatif Makna kata dan makna istilah Makna idiomatikal dan peribahasa Makna kias dan lugas. Relasi adalah hubungan makna yang menyangkut hal kesamaan makna (sinonim), kebalikan makna (antonim), kegandaan makna (polisemi dan ambiguitas), ketercakupan makna (hiponim), kelainan makna (homonim), kelebihan makna (redunansi) dan sebagainya.

Diksi dalam Kalimat

Diksi dalam Kalimat Diksi dalam kalimat adalah pilihan kata yang tepat untuk ditempatkan dalam kalimat sesuai makna, kesesuaian, kesopanan, dan bisa mewakili maksud atau gagasan. Makna kata itu secara leksikal banyak yang sama, tetapi penggunaannya tidak sama. Kata-Kata Ilmiah Dalam kehidupan sehari-hari, kita tentu sudah sangat sering mendengar kata ilmiah. Kata ilmiah seringkali dihubungkan dengan bidang pendidikan atau hal-hal yang berbau ilmu pengetahuan. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua, kata ilmiah memiliki arti bersifat ilmu. Secara ilmu pengetahuan, memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan. Namun, pengertian dari kata ilmiah itu sendiri tidak lantas menjelaskan keilmiahan dari sebuah karya atau kegiatan yang bersifat ilmiah. Untuk mengukur keilmiahan suatu karya atau kegiatan perlu ada tolak ukur.

Kata Serapan

Kata Serapan Kata serapan adalah kata yang berasal dari bahasa asing yang sudah diintegrasikan ke dalam suatu bahasa dan diterima pemakaiannya secara umum. Sebelum Ch. A. Van Ophuijsen menerbitkan system ejaan untuk bahasa Melayu pada tahun 1910, cara menulis tidak menjadi pertimbangan penyesuaian kata serapan. Umumnya kata serapan disesuaikan pada lafanya saja. Meski kontak budaya dengan penutur bahasa-bahasa itu berkesan silih berganti, proses penyerapan itu ada kalanya pada kurun waktu yang tumpang tindih sehingga orang-orang dapat mengenali suatu kata serapan berasal dari bahasa yang mereka kenal saja.

Pembentukan Istilah dan Definisi

Pembentukan Istilah dan Definisi   Istilah adalah kata atau frasa yang dipakai sebagai nama atau lambang dan yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.   Syarat istilah yang baik: Paling tepat mengungkapkan konsep yang dimaksud. Paling singkat di antara pilihan yang ada. Bernilai rasa (konotasi) baik. Sedap didengar (eufonik). Bentuknya seturut kaidah bahasa Indonesia. Secara umum, definisi dibagi menjadi dua bagian, yaitu definisi nominal (suatu persamaan kata yang tepat digunakan) dan definisi formal (definisi logis atau riel).

Penelitian Pengembangan/Development Research (2)

Gambar
    Penelitian Pengembangan/Development Research                                                (2)                                                   Written by Ari Julianto B. Ciri Utama Penelitian dan Pengembangan Borg and Gall (1983) menjelaskan empat ciri utama dalampenelitian dan pengembangan, yaitu: 1. Studying research findings pertinent to the product to be develop, 2. Developing the product base on this findings. 3. Field testing it in the setting where it will be used eventually, 4. Revising it t...

Penelitian Pengembangan/Development Research (1)

Gambar
    Penelitian Pengembangan/ Development Research                                                        (1)                                                              Written by Ari Julianto A.Definisi Penelitian Pengembangan Pada awalnya, metode penelitian dan pengembangan atau research and development (R & D) mulai diterapkan pada dunia industri. Sedangkan dalam bidang sosial dan pendidikan, peranan research and development masih sangat kecil dan kurang dari 1% dari biaya pendidikan secara keseluruhan. Hal ini dianggap sebagai...

Pengertian Kata Umum dan Kata Khusus

Pengertian Kata Umum dan Kata Khusus Kata umum adalah kata-kata yang pemakaian dan maknanya bersifat umum dan mencakup bidang yang luas, sedangkan kata yang khusus adalah kata-kata yang pemakaian dan maknanya terbatas pada suatu bidang tertentu. Perubahan Makna Kata Bahasa bersifat dinamis sehingga dapat menimbulkan kesulitan bagi pemakai yang kurang mengikuti perubahannya. Ketepatan suatu kata untuk mewakili atau melambangkan suatu benda, peristiwa, sifat, dan keterangan, bergantung pada maknanya, yaknin yang berhubungan antara lambang bunyi (bentuk/kata) dengan referennya. Perubahan makna kata bukan hanya ditentukan oleh perubahan jaman (waktu), melainkan juga disebabkan oleh tempat bahasa itu tumbuh dan berkembang. Makna bahasa mula-mula dikenal oleh masyarakatnya, tetapi pada suatu waktu akan bergeser maknanya pada sutau wilayah yang lain masih mempertahankan makna aslinya.

Questions & Answers Relate to Research

Gambar
      Questions & Answers Relate to Research   Suggested by Donald Ary, Lucy Cheser Jacobs and Chris Sorensen in Introduction to Research in Education. . 1. A study investigated the difference in French grammar performance between high school freshmen taught by two different methods. (a) What is the independent variable in this study? (b) What is the dependent variable? (c) What is not a variable? Answers: (a) teaching method, (b) French grammar performance, (c) grade level of participants 2. Based on the title of each study, classify the following research as basic or applied: a. The Effect of RNA (Ribonucleic Acid) Injections on the Transfer of Skills from Trained Animals to Untrained Animals b. Outcomes of a Remedial Arithmetic Program c. Conditioning as a Function of the Interval between the Conditioned and Original Stimulus d. Teaching Geometry to Cultivate Reflective Thinking: An Experimental Study Answers a. Basic b. Applied c. Basic d. Applied ...

Makna Kata dan Jenisnya

Makna Kata dan Jenisnya Kata yang merupakan satuan bebas terkecil mempunyai dua aspek, yakni aspek bentuk atau ekspresi dan aspek isi atau makna. Bentuk bahasa adalah sesuatu yang dapat dicerna oleh pancaindera, baik didengar maupun dilihat. Isi atau makna adalah segi yang menimbulkan reaksi atau respon dalam pikiran pendengar atau pembaca karena rangsangan atau stimulus aspek bentuk tadi. Kalau seseorang berkata, “pergi!” kepada kita, maka akan timbul reaksi dalam pikiran kita diam sekarang. Dengan demikian, kata pergi merupakan bentuk atau ekspresi dan isinya atau maknanya merupakan reaksi seseorang atas perintah tadi. Wujud reaksi itu bermacam-macam yakni berupa tindakan atau perilaku, berupa pengertian, serta berupa pengertian dan tindakan. Hal ini bergantung pada apa yang didengarnya, dengan kata lain respon akan muncul berdasarkan stimulusnya. Dalam komunitas tidak hanya berhadapan dengan kata, tetapi juga berhadapan dengan serangkaian kata yang mengusung amanat. Dengan demikian,...

Pengertian Kata dan Gagasan

Pengertian Kata dan Gagasan Dalam berkomunikasi, setiap orang menggunakan kata (bahasa). Para linguis sampai sekarang masih memperbincangkan karena belum ada batasan yang mutlak tentang itu. Istilah kata bisa digunakan oleh para tatabahasawan tradisional. Menurut mereka, kata adalah satuan bahasan yang memiliki satu pengertian atau kata adalah deretan huruf yang diapit oleh dua buah spasi, dan mempunyai satu arti. Para tatabahasawan sturuktural, penganut aliran Bloomfield menyebutnya morfem. Batasan kata yang dibuat Bloomfield sendiri, yakni kata adalah satuan bebas terkecil (a minima free form)(Chaer, 1994: 162-163).   Yang paling penting dari rangkaian kata-kata itu adalah pengertian yang tersirat di balik kata-kata yang digunakan. Setiap orang yang terlibat dalam berkomunikasi harus saling memahami atau saling mengerti, baik pembicara maupun pendengar,  pengertian yang tersirat dalam sebuah kata itu mengandung makna kata bahwa tiap kata mengungkapkan sebuah gagasan atau ide...

Kuesioner

Gambar
                              Kuesioner                                                    Written by Ari Julianto Kuesioner merupakan alat teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden. Beberapa prinsip penulisan angket yaitu sebagai berikut: 1. Prinsip penulisan angket 1) Isi dan tujuan pertanyaan , yang dimaksud disini adalah isi pertanyaan ters...

Ketepatan dan Kesesuaian Penggunaan Diksi

Ketepatan dan Kesesuaian Penggunaan Diksi Pemakaian kata mencakup dua masalah pokok, yakni pertama, masalah ketepatan memilih kata untuk menggungkapkan sebuah gagasan atau ide. Kedua, masalah kesesuaian atau kecocokan dalam mempergunakan kata tersebut. Menurut Keraf (2008: 87) “ketepatan pilihan kata mempersoalkan kesanggupan sebuah kata untuk menimbulkan gagasan-gagasan yang tepat mewakili pikirannya. Ketepatan makna kata bergantung pada kemampuan penulis mengetahui hubungan antara bentuk bahasa (kata) dengan referennya. Seandainya kita dapat memilih kata dengan tepat, maka tulisan atau pembicaraan kita akan mudah menimbulkan gagasan yang sama pada imajinasi pembaca atau pendengar, seperti yang dirasakan atau dipikirkan oleh penulis atau pembicara. Mengetahui tepat tidaknya kata-kata yang kita gunakan, bisa dilihat dari reaksi orang yang menerima pesan kita, baik yang disampaikan secara lisan maupun tulisan. Reaksinya bermacam-macam, baik berupa reaksi verbal, maupun reaksi nonverbal ...

Pengertian Diksi

Pengertian Diksi Pengertian diksi adalah pilihan kata. Maksudnya, kita memilih kata yang tepat untuk menyatakan sesuatu. Pilihan kata merupakan satu unsur sangat penting, baik dalam dunia karang-mengarang maupun dalam dunia tutur setiap hari. Dalam memilih kata yang setepat-tepatnya untuk menyatakan suatu maksud, kita tidak dapat lari dari kamus. Kamus memberikan suatu ketepatan kepada kita tentang pemakaian kata-kata. Dalam hal ini, makna kata yang tepatlah yang diperlukan. Kata yang tepat akan membantu seseorang mengungkapkan dengan tepat apa yang ingin disampaikannya, baik lisan maupun tulisan. Di samping itu, pemilihan kata itu harus pula sesuai dengan situasi dan tempat penggunaan kata-kata itu. Menurut Keraf (2008; 24) dituliskan point-point penting tentang diksi, yaitu: Pilihan kata atau diksi mencakup pengertian kata-kata mana yang dipakai untuk menyampaikan suatu gagasan, bagaimana membentuk pengelompokan kata-kata yang tepat atau menggunakan ungkapan-ungkapan yang tepat, dan ...

Fungsi Sosial Pantun Banjar

Fungsi Sosial Pantun Banjar Pada masa-masa Kerajaan Banjar masih jaya-jayanya (1526-1860), pantun tidak hanya difungsikan sebagai sarana hiburan rakyat semata, tetapi juga difungsikan sebagai sarana retorika yang sangat fungsional, sehingga para tokoh pimpinan masyarakat formal dan informal harus mempelajari dan menguasainya dengan baik, yakni piawai dalam mengolah kosa-katanya dan piawai pula dalam membacanya. Tidak hanya itu, di setiap desa juga harus ada orang-orang yang secara khusus menekuni karier sebagai tukang olah dan tukang baca pantun (bahasa Banjar Pamantunan). Uji publik kemampuan atas seorang Pamantunan yang handal dilakukan langsung di depan khalayak ramai dalam ajang adu pantun atau saling bertukar pantun yang dalam bahasa Banjar disebut Baturai Pantun. Para Pamantunan tidak boleh tampil sembarangan, karena yang dipertaruhkan dalam ajang Baturai Pantun ini tidak hanya kehormatan pribadinya semata, tetapi juga kehormatan warga desa yang diwakilinya.

Peran Pantun Banjar

Peran Pantun Banjar Peran pantun Banjar adalah sebagai alat pemelihara bahasa, pantun berperan sebagai penjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berfikir. Pantun melatih seseorang berfikir tentang makna kata sebelum berujar. Ia juga melatih orang berfikir asosiatif, bahwa suatu kata bisa memiliki kaitan dengan kata yang lain. Secara sosial pantun memiliki fungsi pergaulan yang kuat, bahkan hingga sekarang. Di kalangan pemuda sekarang, kemampuan berpantun biasanya dihargai. Pantun menunjukkan kecepatan seseorang dalam berfikir dan bermain-main dengan kata. Namun demikian, secara umum peran sosial pantun adalah sebagai alat penguat penyampaian pesan.   

Ciri-Ciri pantun Banjar

Ciri-Ciri pantun Banjar Pantun memiliki ciri-ciri antara lain: Mempunyai bait dan baris, Setiap bait terdiri atas baris-baris, Jumlah suku kata dalam tiap baris antara delapan sampai dua belas, Setiap bait terdiri atas dua bagian, yaitu sampiran dan isi, Bersajak ab ab, Berasal dari Melayu (Indonesia).

Jenis-Jenis Pantun Banjar

Jenis-Jenis Pantun Banjar Pantun Banjar terdiri atas beberapa jenis diantaranya: Pantun Urang Tuha, yaitu Pantun yang berisi nasihat, ibarat, perumpamaan dan sindiran. Pantun Urang Anum, yaitu Pantun berkasih-kasihan. Pantun Kakanakan, yaitu Pantun yang berisi dunia anak-anak (permainan, suka cita). Pantun Janaka, yaitu Pantun untuk bersenang-senang atau pantun yang menghibur (dalam bahasa Banjar balulucuan). Pantun Teka-teki, yaitu Pantun yang berisi tebak-tebakan (dalam bahasa Banjar batatangguhan).

Pengertian Pantun Banjar

Pengertian Pantun Banjar Dalam sastra lisan Banjar dikenal juga bentuk pantun sebagai bagian dari sastra lisan Banjar yang keberadaannya tidak dapat dihilangkan hingga sekarang, biasanya digunakan saat acara pinang meminang.   Pantun Banjar adalah pantun yang dilisankan atau dituliskan dalam bahasa Banjar. Bahasa Banjar dituturkan oleh suku Banjar yang umumnya digunakan di Kalimantan Selatan dan provinsi tetangganya serta daerah perantauan suku Banjar (http://id.wikipedia.org/wiki/pantun-Banjar).   Definisi pantun Banjar menurut rumusan Tajuddin Noor Ganie (2006) adalah puisi rakyat anonim bertipe hiburan yang dilisankan atau dituliskan dalam bahasa Banjar dengan bentuk fisik dan bentuk mental tertentu sesuai dengan konvensi khusus yang berlaku dalam khasanah folklore Banjar. Pantun Banjar merupakan pengembangan lebih lanjut dari peribahasa Banjar. Istilah pantun sendiri menurut Brensetter sebagaimana yang dikutip Winstead (dalam Usman, 1954) berasal dari akar kata “tun” yang ...

Pengertian Pantun

Pengertian Pantun Pantun merupakan puisi asli Indonesia yang bentuknya  terdiri atas empat baris dalam setiap bait dan bersajak a-b-a-b. baris pertama dan kedua merupakan sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat merupakan isi pantun. Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara. Dalam bahasa Jawa misalnya, dikenal sebagai paparikan, dalam bahasa Sunda dikenal sebagai sisindiran atau susualan, dan dalam bahasa Batak dikenal sebagai umpasa (baca: uppasa). Lazimnya pantun terdiri atas empat larik (atau empat baris bila dituliskan), bersajak akhir kata dengan pola a-b-a-b dan a-a-a-a (tidak boleh a-a-b-b atau a-b-b-a). Pantun pada mulanya merupakan sastra lisan namun sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis. Semua bentuk pantun terdiri atas dua bagian: sampiran dan isi. Sampiran adalah dua baris pertama, kerap kali berkaitan dengan alam (mencirikan budaya agraris masyarakat pendukungnya), dan biasanya tak punya hubungan deng...

Pengertian Sastra Lisan

Pengertian Sastra Lisan Sastra lisan merupakan karya sastra yang dapat kita temukan dalam masyarakat. Sastra lisan merupakan karya sastra yang beredar di masyarakat atau diwariskan secara turun-memurun dalam bentuk lisan. Dalam hal ini, sastra lisan dapat disebut sebagai folklore. Folk merupakan sebuah komunitas masyarakat tertentu yang memiliki ciri-ciri dan budaya yang sama. Sedangkan lore merupakan sebagian kebudayaan masyarakat yang disampaikan secara turun-menurun dalam bentuk lisan. Jdi, folklore atau sastra lisan adalah suatu kebudayaan yang dimiliki oleh sekelompok masyarakat tertentu yang diperoleh secara turun-menurun dari mulut ke mulut secara lisan. Banyak sekali sastra lisan yang ada di sekitar kita yang mungkin  saja tidak kita sadari keberadaannya sebagai bentuk sastra. Sastra lisan bermacam-macam. Macam-macam dari sastra lisan ini antara lain sebagai berikut. Bahasa rakyat seperti logat, julukan, pangkat tradisional, dan title kebangsawanan. Ungkapan tradisional sep...